Mengapa Belajar Robotik Menggunakan Lego® Education?

Lego® Mindstorms Education memang diperuntukan khusus untuk pendidikan, khususnya robotik. Seluruh komponen dan software yang disediakan sudah mendukung sejumlah proyek dalam konteks pembelajaran, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks.

Perusahaan Lego® sendiri sudah lama eksis dan mendunia, terutama di dunai anak-anak, dengan produk Lego® Bricks yang sangat terkenal. Jadi, mereka yang sudah mengenal Lego® pasti tidak akan kesulitan saat membangun robot dengan Lego® Mindstorms® Education, mengingat mayoritas komponennya adalah Lego® Technic. Dengan demikian komponen dari Lego Technic® pun bisa digunakan untuk menyempurnakan robot yang dibuat. Merakit lego merupakan belajar sambil bermain yang menyenangkan.

Institusi pendidikan tinggi ternama, seperti Carnegie Mellon University yang sangat terkenal dengan jurusan robotik-nya mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran berdasarkan Lego® Mindstorms® Education.

Lego® Mindstorms® Education dapat diprogram dengan berbagai bahasa pemrograman. Mulai dari NXT-G dan EV3 yang sederhana berbasis grafis, RobotC yang 100% bahasa C, Bahasa Java, Microsoft API sampai LabView buatan National Instruments.

Sebelum memasuki Lego® Mindstorms® Education, Lego sudah menyediakan sejumlah produk pra-robotik. Dengan mengikuti langkah ini, anak yang masih kecil pun dapat memasuki dunia robotik dengan lancar dan menyenangkan.


Di Lego® Education ada dua segmen produk yang berbeda, yaitu:

Machines & Mechanisms

Biasanya segmen ini difokuskan untuk anak umur 5-7 tahun dimana anak-anak diajarkan untuk merakit obyek yang dapat digerakkan dengan tuas. Didalam pembelajaran mekanik ini, anak-anak diharapkan dapat mengerti konsep dari gear, roda, tuas dan katrol dan menerapkannya dalam konstruksinya.

Robotics

Segmen ini biasanya difokuskan untuk anak umur 8 tahun keatas, bahkan sampai tingkat universitas. Di segmen ini para siswa-siswi diajarkan untuk dapat mengenal konsep robotik, yaitu merakit dan memprogram. Lego® Robotics juga sudah menggunakan sensor sebagai alat bantu robot untuk dapat mendeteksi rangsangan dari luar, sensor tersebut diantaranya adalah sensor suara, jarak, cahaya dan sensor sentuh.

Di robotik ini para siswa-siswi diharapkan dapat menerapkan teori yang sudah diajarkan di sekolah dan menerapkannya di pemrograman robotik ini. Selain itu kita juga berharap dengan belajar Lego® Robotics, para siswa-siswi dapat mengasah kreatifitas, kepercayaan diri, problem-solving dan jiwa bersaing.

Tiap tahunnya Lego® Education selalu menyelenggarakan kompetisi yang diadakan oleh perwakilannya di masing-masing negara. Kompetisi ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak agar dapat belajar menyelesaikan masalah, berpikir secara kreatif untuk dapat menyelesaikan tantangan yang diberikan di perlombaan. Untuk di Indonesia, kompetisi Lego Education yang diadakan setiap tahun ini dinamakan IRO (Indonesian Robotic Olympiad).

IRO ini sudah diadakan sejak tahun 2004 dan diikuti oleh perwakilan siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA dan umum dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi ini diharapkan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas dan dapat mewakili Indonesia di ajang kompetisi Lego® Education tingkat dunia yang disebut WRO (World Robotic Olympiad).